Ditulis oleh tim EchoWave Diperbarui Kebijakan editorial

Cara Memberi Nama Podcastmu

Nama podcastmu adalah hal pertama yang dibaca pendengar baru, seringkali sebelum mereka mendengar sedetik pun audiomu. Nama itu muncul di hasil pencarian, di direktori aplikasi, di profil sosial, dan di setiap rekomendasi dari mulut ke mulut. Nama yang bagus membuat orang penasaran dan mudah menemukanmu lagi. Nama yang membingungkan diam-diam merugikanmu lewat pendengar yang bahkan tidak kamu sadari hilang.

Panduan ini membahas persis cara memberi nama podcastmu: cara brainstorming, cara mengecek apakah namanya masih bebas, seberapa panjang seharusnya, dan cara memilih judul akhir yang jelas, mudah dicari, dan mudah diucapkan. Kalau kamu ingin versi singkatnya, ini dia.

Cara memberi nama podcastmu (jawaban cepat):

  1. Brainstorming 20 ide kasar atau lebih tanpa menyaring.
  2. Persempit jadi shortlist nama yang jelas soal topikmu.
  3. Cek tiap nama di Apple Podcasts, Spotify, Google, handle sosial, domain, dan catatan merek dagang.
  4. Jaga tetap singkat, idealnya sekitar 16 sampai 29 karakter, dan mudah diucapkan.
  5. Ucapkan finalisnya dengan lantang, uji ke audiens targetmu, lalu berkomitmenlah.

Sisa halaman ini menjelaskan tiap langkah, lengkap dengan detail spesifik yang dilewatkan kebanyakan panduan lain.

Apa yang membuat nama podcast bagus

Sebelum brainstorming, ada baiknya kamu tahu apa yang sedang kamu tuju. Nama podcast terbaik punya lima ciri yang sama. Pakai ini sebagai kartu skor untuk tiap ide di daftarmu.

  • Jelas soal topiknya. Pendengar seharusnya mendapat gambaran kasar tentang apa acaranya hanya dari namanya saja. "Crime Junkie" dan "TED Radio Hour" langsung memberitahumu persis apa yang akan kamu dapatkan. Kejelasan hampir selalu mengalahkan kepintaran.
  • Singkat dan mudah diingat. Dari analisis lebih dari 650.000 podcast oleh Pacific Content, panjang judul mediannya adalah 20 karakter dan panjang yang paling umum adalah 16. Tiga perempat dari semua judul podcast panjangnya 29 karakter atau kurang. Nama yang singkat lebih mudah diingat, lebih mudah diucapkan, dan jauh lebih kecil kemungkinan terpotong di aplikasi.
  • Mudah diucapkan dan dieja. Dari mulut ke mulut masih jadi salah satu pendorong terbesar pendengar baru. Kalau temanmu tidak bisa mengulang judulmu tanpa tersendat, mereka tidak akan merekomendasikannya. Hindari ejaan yang ambigu, kata buatan yang terdengar seperti sesuatu yang lain, dan tanda baca yang tidak enak dibaca dengan lantang.
  • Unik dan bisa dimiliki. Nama yang bentrok dengan acara yang sudah ada memecah trafik pencarianmu dan membingungkan pendengar. Kamu ingin judul yang bisa kamu klaim di semua direktori, media sosial, dan idealnya sebuah domain.
  • Sesuai dengan nadamu. Acara komedi dan acara true crime seharusnya tidak terdengar sama. Namanya menetapkan ekspektasi, jadi cocokkan dengan energi kontenmu.

Kalau sebuah ide gagal soal kejelasan atau kemudahan pengucapan, buang saja, sepintar apa pun rasanya.

Apa kata komunitas kreator kami

Langkah 1: Brainstorming sebanyak mungkin nama podcast

Nama yang hebat lahir dari kuantitas dulu, penilaian belakangan. Buka dokumen catatan atau ambil buku catatan dan tulis setiap kata dan frasa yang terkait dengan acaramu: topiknya, formatnya, audiensnya, perasaan yang kamu inginkan, kosakata kunci yang dipakai pendengarmu, dan lelucon internal apa pun dari niche-mu.

Jangan menyunting sambil menulis. Sepuluh ide pertamamu biasanya yang paling jelas. Nama-nama yang menarik cenderung muncul di sekitar ide kelima belas atau kedua puluh, begitu pilihan-pilihan aman sudah keluar dari kepalamu. Targetkan setidaknya 20 kandidat sebelum berhenti.

Beberapa pemicu yang andal menghasilkan ide:

  • Gambarkan hasilnya. Apa yang didapat pendengar setelahnya? "Sleep With Me" dan "How I Built This" sama-sama menyebut hasil akhirnya.
  • Pakai permainan kata dengan hati-hati. Pelesetan seperti "Pod Save America" berhasil kalau langsung bisa dipahami. Kalau sebuah lelucon perlu dijelaskan, ia tidak akan bertahan saat diucapkan dengan lantang.
  • Gabungkan dua kata. "Radiolab" dan "Freakonomics" menunjukkan bagaimana kata ciptaan bisa terasa bisa dimiliki sekaligus tetap memberi petunjuk soal temanya.
  • Coba format subjudul. Nama merek singkat plus tagline penjelas, disatukan dengan titik dua, memberimu hook yang mudah diingat dan deskripsi yang mudah dicari dalam satu baris.

Biarkan daftarnya terbuka selama satu atau dua hari. Nama-nama yang kamu endapkan semalaman cenderung memilah dirinya sendiri jadi yang layak dipakai dan yang dibuang.

Langkah 2: Persempit daftarmu jadi shortlist

Sekarang beralih dari menghasilkan ke memangkas. Baca tiap ide berdasarkan lima ciri di atas dan ajukan tiga pertanyaan: Apakah jelas soal topiknya? Bisakah orang asing mengejanya setelah mendengarnya sekali? Apakah cocok dengan nada acaraku? Apa pun yang gagal dua kali, coret dari daftar.

Tidak ada angka pasti, tapi shortlist berisi lima sampai delapan nama adalah target yang bagus. Itu cukup variasi untuk diuji, tanpa terlalu banyak sampai kamu terjebak. Baca tiap nama yang lolos dengan lantang dan bayangkan mengucapkannya sebagai baris pertama tiap episode: "Selamat datang di ...". Yang terasa alami itulah yang bertahan.

Nama deskriptif vs nama brandable

Kebanyakan nama podcast masuk ke salah satu dari dua kubu, dan mengetahui kamu condong ke mana mempertajam shortlist-mu.

  • Nama deskriptif menyebutkan apa acaranya, seperti "The Wellness Way" atau "Marketing Made Simple". Nama ini menang di kemudahan ditemukan karena mengandung kata-kata yang dicari orang, dan pendengar yang benar-benar baru langsung memahaminya.
  • Nama brandable adalah kata ciptaan atau abstrak, seperti "Serial" atau "Radiolab". Nama ini lebih khas dan lebih mudah dijadikan merek dagang, tapi butuh marketing untuk mengajari orang apa artinya, jadi lebih cocok untuk kreator yang sudah punya audiens atau anggaran.

Acara baru dan independen biasanya diuntungkan dengan condong ke deskriptif, karena pencarian dan kejelasan mengerjakan tugas berat yang seharusnya dikerjakan anggaran marketing.

Langkah 3: Cek apakah namanya benar-benar tersedia

Ini langkah yang menyelamatkanmu dari ganti nama yang menyakitkan enam bulan kemudian. Jalankan tiap nama di shortlist-mu lewat pengecekan berikut sebelum kamu terlanjur jatuh cinta padanya.

  1. Direktori podcast. Cari di Apple Podcasts, Spotify, dan katalog seperti Listen Notes. Kalau ada acara dengan nama yang sama atau hampir identik sudah ada, coret namanya. Dua acara yang berbagi judul memecah trafik pencarian dan membingungkan pendengar.
  2. Pencarian Google biasa. Cari bisnis, produk, atau media yang memakai nama itu. Kamu ingin halaman hasil pencariannya bersih, tidak dipenuhi merek yang lebih kuat yang tidak akan pernah bisa kamu kalahkan.
  3. Handle sosial. Cek handle yang sama di platform yang kamu rencanakan pakai. Kamu tidak perlu kecocokan sempurna di setiap jaringan, tapi handle-nya harus jelas terkait dengan namanya, dan memakai satu handle yang konsisten di mana-mana membuatmu jauh lebih mudah diikuti.
  4. Nama domain. Domain .com yang cocok adalah bonus, bukan keharusan, tapi cek juga. Domain yang bersih membuat halaman acara, alamat email, dan situs web di masa depan lebih sederhana.
  5. Catatan merek dagang. Untuk apa pun yang kamu rencanakan jadi merek, cari di USPTO Trademark Electronic Search System (atau yang setara di negaramu) untuk nama persis dan variasi yang mirip. Bahkan nama yang tidak terdaftar pun bisa membawa hak merek dagang hukum umum kalau seseorang sudah memakainya secara komersial, jadi pencarian yang teliti melindungimu nanti.

Kalau sebuah nama lolos dari kelima pengecekan itu, nama itu benar-benar bisa kamu ambil. Kalau gagal di salah satu dari dua yang pertama, buang dan lanjutkan.

Lewati kata "podcast" di judulmu

Kamu hampir tidak pernah perlu kata "podcast" di nama acaramu. Direktori sudah melabelinya sebagai podcast, dan kata itu memakan ruang yang bisa kamu pakai untuk kata kunci yang menjelaskan acaramu. Kata itu juga bisa membingungkan smart speaker saat seseorang meminta acaramu berdasarkan namanya. Simpan kata itu untuk acara yang memang benar-benar membahas podcasting.

Langkah 4: Tentukan panjang dan format yang tepat

Panjang adalah tempat nama-nama bagus diam-diam jadi salah. Secara teknis, judul podcast bisa sampai 255 karakter, tapi itu batas keras, bukan target. Data dari acara-acara nyata jelas: median judulnya sekitar 20 karakter, panjang paling umum adalah 16, dan tiga perempat judul ada di 29 karakter atau kurang. Apple memotong judul yang lebih panjang di direktorinya sekitar 30 karakter di layar yang lebih kecil, jadi apa pun yang melebihi itu berisiko terpotong di tengah kata.

Beberapa aturan format yang menjaga judulmu bersih dan mudah ditemukan:

  • Taruh kata-kata bermakna di depan. Direktori dan mesin pencari mengabaikan kata pengisi seperti "the" dan "a" dalam bahasa Inggris, jadi taruh kata-kata yang penting di depan.
  • Hindari karakter spesial dan emoji. Ini merusak pencarian, terlihat tidak profesional, dan bisa membuat acaramu ditandai.
  • Jangan menjejalkan kata kunci. Menjejalkan daftar istilah pencarian ke judulmu melanggar pedoman Apple dan bisa membuat acaramu dihapus dari direktori. Pilih satu nama yang jelas dengan satu atau dua kata kunci alami, bukan satu kalimat penuh kata kunci.
  • Perhatikan angka dan singkatan. "24/7" dan "Q&A" terbaca baik-baik saja di halaman tapi menimbulkan kebingungan saat diucapkan atau dicari. Eja penuh apa pun yang ambigu.

Panjang judul podcast yang direkomendasikan

Panjang judul Penilaian Catatan
1 sampai 15 karakter Ideal Kuat, sepenuhnya terlihat di mana saja, mudah diingat
16 sampai 29 karakter Direkomendasikan Tempat kebanyakan acara sukses berada, ada ruang untuk kata kunci
30 sampai 60 karakter Pakai dengan hati-hati Berisiko terpotong di Apple Podcasts versi mobile
60 sampai 255 karakter Hindari Diizinkan tapi terbaca seperti spam dan terpotong

Kalau ragu, hilangkan satu kata. Nama yang lebih pendek hampir selalu lebih kuat.

Langkah 5: Buat mudah dicari tanpa terdengar seperti robot

Kebanyakan orang menemukan acara baru dengan mengetik topik di Apple Podcasts, Spotify, atau Google, bukan mencari nama merek yang belum pernah mereka dengar. Itu membuat kata-kata di judulmu jadi tuas kemudahan-ditemukan yang sesungguhnya. Direktori memindai judul acara dan nama penerbit untuk mencocokkan, jadi nama yang mengandung frasa persis yang dicari pendengar idealmu punya keunggulan bawaan.

Triknya adalah melakukan ini secara alami. Acara traveling bernama "Wanderlust Weekly" terbaca seperti merek dan tetap memberi sinyal topiknya. Acara yang dijejali "tips traveling panduan destinasi podcast" terbaca seperti spam dan kena penalti. Satu atau dua kata kunci sungguhan yang dianyam ke dalam nama yang benar-benar akan diucapkan manusia adalah titik manisnya.

Kalau kamu benar-benar tidak bisa menebak apa yang dijanjikan sebuah nama, bayangkan kotak pencarian. Ketik topik yang akan dicari pendengar impianmu dan tanyakan apakah judulmu masuk akal untuk muncul. Kalau jawabannya tidak, condongkan sedikit lebih deskriptif.

Langkah 6: Uji ke orang sungguhan, lalu berkomitmenlah

Kamu tidak sedang memberi nama acara untuk dirimu sendiri, kamu sedang memberinya nama untuk sekelompok pendengar spesifik, dan apa yang mereka dengar dari namanya lebih penting daripada apa yang kamu maksudkan.

Ucapkan tiap finalis dengan lantang, lalu uji ke orang-orang yang cocok dengan audiens targetmu. Uji paling bersih adalah mengucapkan namanya tanpa konteks dan bertanya, "Menurutmu acara ini tentang apa?" Tebakan mereka memberitahumu apakah namanya berfungsi.

Bayangkan acara traveling bernama "Discover the World with Dave." Saat diuji, seseorang di agen perjalanan menebak itu tentang penemuan ilmiah. Umpan balik itu berharga sekali: sedikit penyesuaian jadi "Travel the World with Dave" menghilangkan ambiguitasnya dan membuat topiknya jelas. Pelajarannya adalah sejelas dan sespesifik mungkin selama namanya memungkinkan.

Begitu sebuah nama lolos pengecekan ketersediaan, uji panjang, dan umpan balik audiens sungguhan, berkomitmenlah padanya. Kunci handle-nya, ambil domainnya kalau kamu mau, dan berhenti ragu-ragu. Nama yang jelas, tersedia, mudah diucapkan yang kamu berhenti terlalu pikirkan mengalahkan nama sempurna yang tidak pernah kamu luncurkan.

Kesalahan umum memberi nama podcast yang harus dihindari

  • Menamainya dari namamu sendiri padahal belum ada yang mengenalmu. Kecuali kamu sudah punya audiens, namamu sendiri tidak memberitahu orang asing apa pun soal acaranya. Bangun pengenalan nama dulu, baru nama merek pribadi bisa berhasil.
  • Terlalu samar. "Real Talk" atau "The Daily Chat" bisa tentang apa saja. Nama tanpa topik tidak memberi apa pun untuk dipegang pencarian dan mulut ke mulut.
  • Meniru acara yang sudah ada. Bahkan tanpa merek dagang terdaftar, nama yang sudah mapan bisa membawa hak hukum umum, dan kamu tetap akan kalah dalam pertarungan pencarian.
  • Terlalu mengandalkan pelesetan. Kepintaran yang perlu dijelaskan mati begitu seseorang mengucapkannya dengan lantang. Uji tiap lelucon dengan telinga.
  • Terlalu panjang. Nama yang terpotong di direktori atau butuh napas panjang untuk diucapkan sedang merugikanmu.
  • Lupa bagaimana bunyinya. Judul bisa terlihat bagus saat ditulis dan berantakan saat diucapkan di smart speaker atau direkomendasikan ke teman. Selalu ucapkan dengan lantang.

Hindari semua ini dan kamu sudah melewati standar yang membuat kebanyakan podcast baru tersandung.

Ubah podcastmu yang sudah jadi menjadi video yang bisa dibagikan

Begitu acaramu punya nama, tugas berikutnya adalah membuatnya didengar, dan klip video pendek adalah cara paling andal melakukan itu di media sosial. Audio saja tidak akan autoplay atau direkomendasikan di Instagram, TikTok, Facebook, atau YouTube, tapi video akan.

Dengan EchoWave kamu bisa mengubah klip podcast jadi video langsung di browser, gratis, tanpa perlu instal software. Masukkan klip audio dan tambahkan waveform beranimasi, cover art-mu, nama podcast barumu, dan caption yang terbakar (burned-in) supaya tetap bisa diikuti meski tanpa suara. EchoWave membaca MP3, WAV, M4A, dan format umum lainnya, lalu mengekspor MP4 siap-sosial yang bisa kamu posting di mana saja.

Artinya, nama yang baru saja kamu pilih muncul, di layar dan sesuai brand, di setiap klip yang kamu bagikan. Ini cara paling sederhana membuat acara baru terlihat mapan sejak episode pertama.

Sumber & bacaan lebih lanjut

EchoWave

Tentang tim EchoWave

EchoWave adalah editor video dan audio berbasis browser yang dikembangkan oleh Lemon Vault LLC sejak 2018. Orang-orang yang membangun editor ini juga menulis panduan ini dan menguji setiap langkah di aplikasi sungguhan sebelum diterbitkan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bagaimana cara memberi nama podcastku?

Brainstorming setidaknya 20 ide kasar, persempit jadi shortlist nama yang jelas soal topikmu, lalu cek tiap nama di Apple Podcasts, Spotify, Google, handle sosial, domain, dan catatan merek dagang. Jaga tetap singkat dan mudah diucapkan, uji finalisnya ke audiens targetmu, dan berkomitmenlah.

Haruskah aku menaruh kata "podcast" di nama podcastku?

Biasanya tidak. Direktori sudah melabeli acaramu sebagai podcast, jadi kata itu memboroskan ruang yang bisa kamu pakai untuk kata kunci yang menjelaskan topikmu. Kata itu juga bisa membingungkan smart speaker. Pengecualian utamanya adalah acara yang memang benar-benar membahas podcasting.

Seberapa panjang seharusnya nama podcast?

Jaga tetap singkat. Median judul podcast sekitar 20 karakter dan panjang paling umum adalah 16, dengan tiga perempat judul di 29 karakter atau kurang. Apple memotong judul yang lebih panjang di sekitar 30 karakter di mobile, jadi targetkan di bawah 30 supaya tetap sepenuhnya terlihat.

Bagaimana cara mengecek apakah nama podcast sudah dipakai?

Cari di Apple Podcasts, Spotify, dan katalog seperti Listen Notes untuk nama yang persis sama dan yang mirip. Lalu jalankan pencarian Google biasa, cek handle sosial dan domain, dan cari catatan merek dagang USPTO untuk apa pun yang kamu rencanakan jadi merek.

Bisakah dua podcast punya nama yang sama?

Secara hukum itu mungkin kecuali namanya sudah jadi merek dagang, tapi itu ide yang buruk. Dua acara dengan nama sama memecah trafik pencarian dan membingungkan pendengar, dan nama yang sudah mapan bisa membawa hak merek dagang hukum umum bahkan tanpa pendaftaran.

Haruskah aku menamai podcastku dari namaku sendiri?

Hanya kalau kamu sudah punya audiens atau memang sengaja membangun merek pribadi. Untuk kebanyakan acara baru, nama yang memberi sinyal topiknya membantu orang asing memahami dan menemukan acaramu jauh lebih baik daripada sekadar namamu.

Apakah aku perlu nama domain yang cocok untuk podcastku?

Itu membantu tapi tidak wajib. Domain yang cocok membuat halaman acara, email bermerek, dan situs web di masa depan lebih sederhana, jadi cek ketersediaannya sambil kamu mengecek handle. Kalau .com yang persis sudah tidak tersedia, variasi yang mirip atau ekstensi berbeda masih bisa dipakai.

Haruskah aku mendaftarkan nama podcastku sebagai merek dagang?

Kalau kamu berencana membangun merek, menjual produk, atau menjalankan iklan seputar acaramu, merek dagang melindungi namanya dan layak diajukan. Cari dulu di database USPTO untuk memastikan namanya masih bebas, lalu ajukan permohonan untuk kategorimu.

Bagaimana cara membuat nama podcastku mudah dicari?

Sertakan satu atau dua kata kunci sungguhan yang menjelaskan topikmu, karena direktori memindai judul dan nama penerbit. Taruh kata-kata bermakna di depan dan lewati kata pengisi seperti "the" dan "a". Jangan menjejalkan kata kunci, karena Apple bisa menghapus acara yang menjejalkan istilah pencarian ke judulnya.

Apa yang membuat nama podcast buruk?

Nama yang samar, sulit dieja atau diucapkan, terlalu panjang, identik dengan acara yang sudah ada, atau dibangun di atas pelesetan yang perlu dijelaskan. Kalau orang asing tidak bisa menebak topiknya atau mengulang namanya setelah mendengarnya sekali, nama itu merugikanmu.

Bisakah aku mengganti nama podcastku nanti?

Bisa, kamu bisa mengganti nama acara, tapi itu ada harganya. Kamu kehilangan pengenalan nama, tautan dan ulasan yang ada mengarah ke nama lama, dan kamu harus memperbarui handle serta artwork. Jauh lebih murah mengecek ketersediaan dan menguji namanya dengan benar sebelum meluncurkannya.

Haruskah nama podcastku deskriptif atau brandable?

Acara baru dan independen biasanya lebih baik dengan nama deskriptif, karena kata-kata yang dicari orang langsung ada di judulnya. Nama brandable yang diciptakan lebih khas dan lebih mudah dijadikan merek dagang, tapi butuh marketing untuk mengajari orang apa artinya.

Sudah dapat nama? Sekarang buat podcastmu menonjol di media sosial Gratis, langsung di browser

Ubah klip podcast jadi video dengan waveform, cover art-mu, dan caption dalam hitungan menit. Tanpa kartu kredit, paket gratis menambahkan watermark kecil EchoWave.

Buat Video Podcast →